Menakar ruang, memahami warisan.

Arah, proporsi tubuh, dan filosofi sakral menyatu dalam arsitektur tradisional Bali. Telusuri kosmologi Sanga Mandala dan uji ukuran antropometrik hasta.

Tatanan halaman dan bale arsitektur tradisional Bali dalam pencahayaan alami
Sembilan posisi orientasi dalam kisi Sanga Mandala 09
Preset perbandingan Bali Selatan dan Bali Utara 02
Satuan antropometrik berbasis proporsi tubuh 03

Dua sumbu untuk membaca ruang.

Pertemuan sumbu gunung-laut dan matahari terbit-terbenam membentuk sembilan posisi orientasi dalam Sanga Mandala. Mulai dari satu sumbu atau pelajari ketiganya. [B-01] [B-03]

Bentang alam gunung dan pesisir Bali sebagai orientasi kaja dan kelod
Kaja Arah gunung utama
Madya Titik tengah orientasi
Kelod Arah pesisir laut

Kaja · Kelod

Kaja mengenalkan orientasi ke arah gunung dan kelod ke arah laut. Posisinya terhadap utara kompas mengikuti topografi wilayah setempat.

Cahaya matahari pagi menyinari struktur kayu bale tradisional Bali dari arah timur
Kangin Timur · matahari terbit
Madya Perpotongan sumbu
Kauh Barat · matahari terbenam

Kangin · Kauh

Kangin merujuk pada arah timur tempat matahari terbit dan kauh merujuk pada arah barat. Dalam kedua preset, timur tetap berada di kanan.

Pengukuran proporsi kayu tradisional menggunakan rentang tangan dan siku
Hasta Siku hingga ujung jari tengah
Depa Rentang kedua belah tangan
Musti Kepalan tangan ibu jari tegak

Hasta · Depa · Musti

Satuan tradisional berangkat dari proporsi tubuh yang diukur. Hasta memilih skema orientasi 3 × 3 untuk belajar tanpa mengklaim ukuran baku bangunan.

Hasta memilih skema orientasi 3 × 3 untuk belajar. Pola ini tidak menetapkan fungsi bangunan atau hierarki ritual yang berlaku bagi seluruh Bali.

Sembilan zona, satu cara membaca ruang.

Tata ruang Sanga Mandala memetakan nilai sakral dan profan. Pilih satu zona untuk membaca pergeseran orientasi antara Bali Selatan dan Utara.

ID Budaya Stabil

Zona pilihanmu tetap terkunci secara kultural saat baris kompas kaja-kelod berbalik arah.

Diagram & Daftar

Eksplorasi visual melalui kisi 3×3 interaktif atau daftar semantik yang setara.

Simulasi Konseptual

Model pembacaan orientasi spasial, bukan acuan konstruksi fisik maupun ritual.

Sembilan zona, preset Bali Selatan Utara geografis di atas dan timur di kanan. Daftar teks sembilan zona tersedia sesudah diagram. ↑ Utara Selatan B T Kaja-Kauh Kaja Kaja-Kangin Kauh Madya Kangin Kelod-Kauh Kelod Kelod-Kangin

Sembilan posisi dalam skema

  1. Kaja-Kauh

    Perpotongan sisi kaja dengan sisi kauh. Mengikuti perubahan kaja, sedangkan kauh tetap di barat.

  2. Kaja

    Posisi tengah pada sisi kaja menghadap arah gunung suci.

  3. Kaja-Kangin

    Perpotongan sisi kaja dengan sisi matahari terbit (kangin).

  4. Kauh

    Posisi tengah pada sisi barat (matahari terbenam). Tetap stabil di sisi kiri.

  5. Madya

    Titik pusat kisi pembelajaran, penyeimbang antara sumbu sakral dan profan.

  6. Kangin

    Posisi tengah pada sisi timur (arah terbit matahari). Tetap stabil di sisi kanan.

  7. Kelod-Kauh

    Perpotongan sisi kelod (arah laut) dengan sisi barat (kauh).

  8. Kelod

    Posisi tengah pada sisi kelod menghadap arah laut lepas.

  9. Kelod-Kangin

    Perpotongan sisi kelod dengan sisi timur (kangin).

Ketika kaja tidak selalu utara.

Jajaran pegunungan tengah Bali yang membagi orientasi wilayah Bali Utara dan Bali Selatan

Kaja berkaitan dengan gunung, kelod dengan laut. Hubungannya dengan arah kompas bergantung pada topografi antara jajaran pegunungan tengah Bali dan garis pantai. [B-03] [B-04]

Contoh orientasi konseptual. Praktik setempat dapat berbeda sesuai konteks lokasi dan adat. Utara geografis tetap berada di atas layar dan timur (kangin) tetap berada di sisi kanan.

Bali Selatan

U ↑ Kaja Kelod Timur →

Pegunungan berada di sisi utara.
Kaja ke utara · Kelod ke selatan.

Bali Utara

U ↑ Kelod Kaja Timur →

Pegunungan berada di sisi selatan.
Kaja ke selatan · Kelod ke utara.

Peragaan pengukuran satu hasta dari siku lengan hingga ujung jari tangan tengah

Dalam rujukan ini, hasta dibaca dari siku hingga ujung jari tangan. Nilainya mengikuti tubuh yang diukur. [B-07]

Contoh awal 45 cm bukan ukuran baku. Tidak ada data yang dikirim ke server.

Ukuran yang berangkat dari tubuh.

Masukkan panjang hasta pribadi dalam sentimeter, lalu pilih pengali bulat 1 sampai 10. Garis pada skala 0–800 cm berubah secara proporsional terhadap hasil perkalianmu. [B-05] [B-07]

01

Hasta

Jarak ukuran dari siku sampai ujung jari tangan tengah yang direntangkan.

02

Depa

Rentang kedua belah tangan dari ujung jari tangan kiri hingga ujung jari tangan kanan.

03

Musti

Ukuran kepalan tangan dengan posisi ibu jari yang didirikan tegak.

Definisi mengikuti konteks kajian Bali Madya pada B-07. Pemakaian dapat bervariasi; tidak ada konversi sentimeter baku di sini.

Bagaimana kami menyusun materi ini.

Hasta merujuk pada publikasi resmi Pemerintah Provinsi Bali dan jurnal akademik arsitektur. Nama zona pada diagram adalah label model pembelajaran; penjelasannya bukan petunjuk penggunaan ruang adat.

Penerapan nyata perlu mempertimbangkan desa, kala, patra, aturan setempat, serta pengetahuan ahli atau undagi. Review terminologi oleh tim masih berlangsung.

Batas model pembelajaran Sanga Mandala

Kisi ini memilih satu pembacaan orientasi 3 × 3 dari perpotongan sumbu kaja-kelod dan kangin-kauh. Tidak semua rumah mempunyai susunan yang sama. Tidak ada rekomendasi lokasi tempat suci, penghitungan pengurip, atau keluaran ukuran bangunan yang sah.

  1. B-01 / Pemerintah Provinsi Bali · Verified Konsep Sanga Mandala dalam Arsitektur Tradisional Bali

    TARU Bali, 2024. Dasar konsep dua sumbu dan keragaman pola penerapan.

  2. B-02 / Pemerintah Provinsi Bali · Verified Arah Orientasi Ruang Wilayah

    TARU Bali. Pembacaan sumbu orientasi ruang wilayah di Bali.

  3. B-03 / Pemerintah Provinsi Bali · Verified Kaja-Kelod: Antara Gunung dan Laut, Membaca Orientasi Gumi Bali

    TARU Bali, 2026. Orientasi gunung-laut dan konteks geografis Bali Utara/Selatan.

  4. B-04 / Universitas Kristen Petra · Contextual Transformasi Arsitektur Bale Daja

    Saraswati, A. A. O., DIMENSI, 2009. Konteks perbedaan orientasi Bali Utara dan Bali Selatan.

  5. B-05 / Universitas Udayana · Contextual Study of the Application of Asta Kosala Kosali and Sikut Satak

    Journal of A Sustainable Global South (JSGS), 2026. Konteks antropometri tradisional.

  6. B-06 / Jurnal ARCADE · Verified Kajian Sanga Mandala dan Tri Mandala dalam Arsitektur Bali

    ARCADE, 2024. Hubungan konseptual pembagian nilai ruang.

  7. B-07 / Institut Seni Indonesia Denpasar · Verified Ashta Bhumi, Panduan Pembuatan Lay Out Ruang Bangunan Hunian Rumah Tinggal Tradisional Bali Madya

    Remawa & Padmanaba, MUDRA 36(1), 2021, hlm. 23–32. Definisi satuan tubuh hasta, depa, musti.